Informasi diperiksa: 2026-10-08
Korea mengalahkan Jepang 1-0 pada final sepak bola putra Aichi-Nagoya 2026 dan meraih gelar keempat beruntun. Setelah itu, pernyataan tentang dinas militer dan foto topi simbolis purnatugas dari beberapa pemain memicu kritik. Para pemain terkait dan Asosiasi Sepak Bola Korea meminta maaf.
Emas bukan pembebasan dinas militer secara hukum
Menurut hukum Korea, juara pertama Asian Games dapat ditempatkan sebagai Personel Seni dan Olahraga setelah proses rekomendasi. Ini adalah bentuk dinas tambahan, bukan hilangnya kewajiban militer.
- Syarat prestasi: peringkat tiga atau lebih tinggi di Olimpiade, atau peringkat pertama di Asian Games
- Masa dinas: 34 bulan
- Bentuk dinas: tetap aktif sebagai atlet, pelatih, atau peran lain di cabang tersebut
- Layanan kepentingan umum: total 544 jam dengan keahlian khusus
- Pelatihan militer dan kepatuhan pada aturan pengelolaan dinas
Tiga pokok polemik
- Hanya emas Asian Games yang memenuhi syarat, sehingga satu final atau keputusan dapat mengubah cara atlet menjalani kewajiban militer.
- Jumlah negara, kedalaman persaingan, status internasional, dan format berbeda menurut cabang, tetapi aturan emas yang sama diterapkan.
- Banyak anggota tim dapat memenuhi syarat sekaligus. Media memperkirakan sedikitnya 43 atlet dari sepak bola putra, bisbol, dan bola basket, tetapi angka resmi akhir dapat berbeda.
Ada alasan untuk mempertahankan sistem
Puncak karier atlet elite sering singkat dan jeda panjang dapat merusak daya saing internasional. Pada cabang dengan dukungan terbatas, terus bertanding, melatih atlet muda, dan melakukan layanan publik dapat menghasilkan nilai sosial yang lebih besar.
Reformasi yang dibahas
Per 8 Oktober 2026, aturan saat ini masih berlaku. Kementerian Pertahanan mempertimbangkan pengurangan bertahap dinas tambahan dan penghapusan jangka panjang, tetapi belum ada standar atau tanggal pelaksanaan baru.
- Pengurangan bertahap atau penghapusan
- Kriteria per cabang atau sistem poin kumulatif dari ajang internasional
- Perluasan tugas sebagai atlet atau pelatih
- Kontribusi sebagian penghasilan ke dana kesejahteraan militer
- Transparansi lebih besar dalam layanan publik dan penempatan
Ini masih berupa usulan kebijakan atau legislasi, bukan aturan yang telah berlaku.
Dibutuhkan standar yang dapat diprediksi
Masalahnya bukan apakah prestasi tim nasional pantas diakui, melainkan bagaimana pengakuan itu dirancang agar orang lain yang wajib militer juga menilainya adil. Reformasi memerlukan standar konsisten, kontribusi sosial nyata, prosedur transparan, dan aturan transisi.
Sumber
- Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Dinas Militer Pasal 68-11
- Panduan Personel Seni dan Olahraga
- Analisis sistem setelah Asian Games
- Pernyataan menteri pertahanan tentang reformasi
MatchInfo membahas isu olahraga berdasarkan aturan resmi dan fakta terverifikasi, tanpa berspekulasi tentang atlet tertentu.


















